Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program edukatif bertajuk “Eksplorasi Pola dan Simetri Alam Desa melalui Ecoprint sebagai Sarana Pembelajaran Lingkungan” di Desa Gledeg, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada 10 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Program ini melibatkan ibu-ibu PKK Desa Gledeg sebagai peserta utama dan dirancang untuk mengintegrasikan konsep dasar matematika, khususnya pola dan simetri dengan pembelajaran lingkungan berbasis praktik kreatif. Melalui teknik ecoprint, peserta diajak memanfaatkan daun-daun yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran sekaligus ekspresi seni.
Kegiatan diawali dengan pengenalan teknik dasar ecoprint serta observasi langsung terhadap berbagai jenis daun yang memiliki karakteristik bentuk, ukuran, dan struktur tulang daun yang beragam. Peserta kemudian diajak mengidentifikasi pola alami dan simetri lipat pada daun sebagai bentuk nyata penerapan konsep geometri dalam kehidupan sehari-hari.
Pada tahap praktik, peserta menyusun daun secara teratur di atas media totebag dengan memperhatikan keseimbangan, keteraturan, serta pengulangan pola. Meskipun tidak menggunakan istilah matematis secara formal, kegiatan ini secara tidak langsung mengajarkan konsep pencerminan (refleksi), pengulangan (translasi), dan keseimbangan visual dalam geometri.
Hasil akhir berupa totebag ecoprint menunjukkan kreativitas dan pemahaman peserta terhadap pola dan simetri alami. Setiap karya memiliki motif unik yang tetap mencerminkan keteraturan dan keseimbangan bentuk. Produk ini tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga menjadi media pembelajaran visual yang konkret dan aplikatif.
Selain meningkatkan pemahaman konsep matematika dasar, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran lingkungan masyarakat. Peserta menyadari bahwa alam sekitar tidak hanya berfungsi sebagai sumber daya, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan dan media pembelajaran lintas disiplin yang dapat dimanfaatkan secara bijak tanpa merusak kelestariannya.
Program ini menjadi contoh integrasi antara ilmu matematika, seni, dan edukasi lingkungan dalam bentuk kegiatan yang sederhana, kontekstual, dan mudah dipahami masyarakat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai model pembelajaran kreatif berbasis potensi lokal desa.