Rabu, (17/02/2026) – Kelompok 61 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret menuntaskan program "Optimalisasi Pengelolaan Sampah Plastik melalui Sistem Drop Point" di halaman GOR Parikesit Desa Gledeg sebagai wujud nyata terhadap kepedulian lingkungan desa. Program ini menghadirkan solusi penanganan sampah melalui pembangunan infrastruktur Drop Point sampah botol plastik. Sistem manajemen tata kelola sampah yang awalnya digagas untuk karang taruna, kini dihibahkan kepada pengelola bank sampah Desa Gledeg dengan melihat keaktifan dan kesiapan operasional.
Program ini dirancang untuk membangun budaya memilah sampah dari tingkat rumah tangga melalui penyediaan fasilitas Drop Point yang merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan lingkungan dan sebagai bentuk implementasi SDGs Poin 11 dan 12. Capaian terbesar dari program ini adalah pembangunan fasilitas Drop Point yang strategis. Fasilitas ini didesain bukan hanya sebagai tempat penampungan, melainkan sebagai aset modal bagi Pengelola Bank Sampah.
Seluruh fasilitas dan sistem ini telah diserahterimakan sepenuhnya kepada pihak desa sebagai bentuk keberlanjutan program. "Infrastruktur Drop Point ini kami serahkan kepada desa untuk dikelola secara penuh. Tujuannya agar Bank Sampah memiliki sarana mandiri untuk mengonversi limbah, khususnya botol plastik dan menjadi pemasukan operasional rutin," ujar Fajri, Program Studi Teknik Mesin selaku penanggungjawab program.
Ketersediaan infrastruktur ini diharapkan mampu menjadi kunci supaya kepedulian lingkungan tidak hanya menjadi wacana, melainkan menjadi budaya sehari-hari warga Desa Gledeg. Sistem ini juga diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan desa.